Welcome to my cold heart

Senin, 31 Oktober 2011

Beberapa 'Kesalahan Kecil' Kita Terhadap Persepsi Materi

Biasanya kita mulai mikirin gimana susahnya orang tua kita menghidupi kita, sampai-sampai kita mempersulit diri sendiri. Sebenarnya itu kurang tepat, karena, mumpung masih muda, kita diberi kesempatan untuk 'sedikit' bersenang-senang.
Misalnya, kita mikirin, udah berapa duit yang orang tua kita keluarkan untuk menghidupi kita. Mungkin, ini tepat buat orang yang suka banget minta ini itu kepada orang tua, padahal dia sebenarnya tidak terlalu membutuhkannya. Tetapi, salah seorang teman saya yang sangat membutuhkan 'sesuatu' dari orang tuanya justru tidak memintanya. Mereka hanya memendam keinginan mereka tentang hal itu, padahal orang tua mereka sanggup memberikannya. Sebagai contoh, si A kepingin jadi dokter, tapi berhubung dia mikirin brapa duit yang harus orang tuanya keluarin buat nyekolahin dia, batal deh sekolah kedokteran.
Sebenarnya, kebahagiaan orang tua bukanlah pada seberapa hemat kita, sehingga tidak pernah minta 'sesuatu' kepada orang tua kita. Orang tua kita pasti akan bahagia jika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Orang tua kita bakal bahagia kalau mereka berhasil memberikan apa yang kita inginkan. Contoh nyata, saya pernah ketemu dengan supir angkot, tapi anaknya kuliah. Dia kerja keras buat anaknya, supaya anaknya bisa kuliah. Dia bahagia walaupun cuma supir angkot, yang penting anaknya bisa bernasib lebih baik darinya.
Jadi, tetaplah berbakti kepada orang tua, tapi dengan taraf yang wajar. Gak mungkin kan kita cari duit sendiri buat makan, sekolah, dll, dari kecil? jadi, kita memang butuh orang tua di bidang materi, selain di bidang afektif.. Getho?






-Nikmatilah hidup, karena hidup ini cuma sebentar-
~Dimitri Rumanov [Winterwolf]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar